
Ketua KONI Provinsi Sumatra Selatan, Mudai Maddang, menyebut kekalahan tim nasional Indonesia dari Bahrain 0-10, Rabu lalu, merupakan cerminan buruknya kepengurusan PSSI Djohar Arifin Husin.
Komisaris Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri itu mengaku prihatin atas prestasi sepakbola nasional saat ini. ![]()
![]()
"Saya prihatin atas prestasi sepakbola kita saat ini. Mengingat sepakbola ini bukan hanya sekedar olahraga, tetapi sudah menjadi gengsi dan harga diri bangsa. Ada konten emosi masyarakat di dalamnya. PSSI sebagai induk organisasi sepakbola tentu yang paling bertanggungjawab," ujar Mudai di FX Plaza, Senayan, Sabtu 3 Maret 2012. ![]()
Menurut Mudai, PSSI harus segera menuntaskan persoalan internal mereka sebelum batasan waktu yang diberikan oleh FIFA. Persoalan dualisme penyelenggaraan kompetisi yang akhirnya mengkotak-kotak para pemain sepakbola, dipandang Mudai sebagai salah satu penyebab gagalnya PSSI membentuk timnas yang kuat. ![]()
"Kekalahan ini merupakan buntut dari menumpuknya persoalan di tubuh PSSI. Mereka gagal membentuk timnas yang kuat karena adanya dualisme penyelenggaraan liga. Bahrain ini bukan tim istimewa. Kita pernah menang dua kali, kalah dua kali, dan imbang dua kali dengan skor selalu tipis. Kekalahan kali ini jelas mencenangkan," ujar Mudai.
Menurut pejabat teras Sriwijaya FC itu, kekalahan timnas yang tak lepas dari kegagalan PSSI membentuk timnas, sudah seharusnya membuat Djohar Arifin Cs segera mawas diri. Mereka dinilai telah gagal membawa PSSI ke arah yang lebih baik, dan terbukti dari kekalahan besar tersebut.
"Konsekuensinya jelas. Kalau memang pengurus sudah tidak mampu lagi, harus segera dicarikan jalan keluarnya. Atau memang jika diperlukan mereka harus mundur. Kekalahan ini merupakan cerminan buruknya kepengurusan PSSI saat ini," ujar Mudai.
Mendingan gue tidur aja .... capek ama msalah PSSI







0 komentar:
Posting Komentar